Menembus Batas Disiplin Ilmu: Mengintegrasikan Argumentasi Ilmiah dan EDP-GenAI dalam Unitwin KNUE-UPI Teacher Training 2026

Teacher Training Program for Quality Teacher Education

stemguru.id

9/5/20263 min read

Bandung, stemguru.id – Dunia pendidikan terus bergerak dinamis, menuntut para pendidik untuk tidak berhenti belajar dan beradaptasi. Pada tanggal 3–4 September 2026, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Unitwin KNUE-UPI Teacher Training 2026. Mengusung subtema "Teacher Training Program for Quality Teacher Education", pelatihan ini berfokus pada penyiapan guru masa depan yang mampu mengajar sains melalui integrasi Engineering Design Process (EDP), Generative AI (GenAI), Scientific Argumentation, serta asesmen dalam konteks Education for Sustainable Development (ESD).

Meskipun mayoritas peserta berasal dari latar belakang guru IPA, sebagai guru Informatika, saya melihat bahwa semangat dan pendekatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sangat transdisipliner. Relevansi materi pelatihan ini dengan penerapan STEM di sekolah sangat erat, membuktikan bahwa batas-batas antardisiplin ilmu kini semakin melebur.

Hari Pertama: Menggali Scientific Argumentation bersama Prof. Kwak

Pada hari pertama, Prof. Kwak dari Korea National University of Education (KNUE) membawakan materi yang sangat fundamental mengenai Scientific Argumentation (Argumentasi Ilmiah). Pembahasan ini merujuk pada pemikiran filsuf ternama Stephen Toulmin (1958).

Dalam kerangka Toulmin, argumentasi ilmiah tidak sekadar klaim sepihak, melainkan sebuah struktur penalaran yang terdiri dari Claim-Evidence-Reasoning (CER), yang dapat diperluas dengan elemen Data, Warrant, hingga Rebuttal (sanggahan).

Sesi ini menjadi momen reflektif bagi saya untuk kembali mendalami teori-teori belajar mendasar, tidak hanya kerangka pemikiran Toulmin, tetapi juga landasan konstruktivisme sosial dari tokoh-tokoh seperti Lev Vygotsky. Pemahaman argumentasi ilmiah ini sangat krusial dalam membentuk pola pikir kritis peserta didik ketika menyelesaikan masalah nyata.

Hari Kedua: Investigasi Masalah Otentik, AppSheet, dan Praktik Kit STEM

Hari kedua diisi oleh Prof. Kim dengan materi berbasis Engineering Design Process (EDP) yang sangat interaktif. Peserta ditantang melakukan observasi langsung untuk menemukan permasalahan otentik di lingkungan kampus, khususnya di sekitar Gedung FPMIPA UPI.

1. Ergonomi Tangga Gedung FPMIPA: Studi Kasus EDP

Saat melakukan observasi, perhatian saya tercurah pada desain arsitektur tangga gedung. Dari sudut pandang ergonomi dan kenyamanan penggunanya, dimensi tangga tersebut menyimpan persoalan tersendiri:

  • Jumlah anak tangga: Menghubungkan antar lantai membutuhkan setidaknya 30 anak tangga yang cukup menguras stamina.

  • Kedalaman anak tangga: Tread (pijakan) tangga relatif sempit sehingga tidak mampu menampung pijakan telapak kaki secara penuh, memaksa penggunanya untuk bertumpu dengan posisi berjinjit saat menaiki tangga.

Hasil investigasi kontekstual ini kemudian memberikan saya kesempatan berharga untuk mempresentasikannya di hadapan seluruh peserta dan pemateri sebagai contoh pengangkatan masalah nyata ke dalam proses desain teknik (EDP).

2. Digitalisasi Worksheet STEM dengan Google AppSheet & GenAI

Sesi dilanjutkan dengan workshop praktis yang dipandu oleh salah seorang guru dari Korea (mahasiswa bimbingan Prof. Kim). Kami diajak membangun aplikasi pengisian lembar kerja (worksheet) berbasis digital menggunakan Google AppSheet dan Google Apps Script.

Dengan bantuan Gemini (GenAI), peserta dibimbing untuk mengenerasikan kode dan menyesuaikan fitur aplikasi agar selaras dengan kebutuhan aktivitas EDP yang telah dirancang sebelumnya. Integrasi teknologi ini membuktikan betapa efisiennya pengembangan media pembelajaran interaktif ketika memanfaatkan kecerdasan buatan.

3. Praktik Kit STEM dan Presentasi Penutup

Memasuki sesi siang hingga penutupan, kegiatan dipandu oleh Dr. Rini melalui simulasi praktikum STEM menggunakan berbagai kit peraga, seperti:

  • Pesawat terbang mini berbaling-baling

  • Kit pendeteksi gempa bumi

  • Model ekskavator dan mesin crane

  • Pompa hidrolik manual

Di akhir sesi, saya mendapat kehormatan untuk mewakili kelompok pesawat terbang dalam mempresentasikan hasil praktik. Presentasi mencakup analisis sistem kerja alat, kendala teknis yang dihadapi di lapangan, hingga identifikasi konsep-konsep sains (Physics/Engineering) yang berhasil dieksplorasi selama eksperimen.

Catatan Reflektif: Guru yang Terus Bertumbuh

Dua hari pelatihan yang padat di UPI Bandung ini memberikan pengalaman yang sangat kaya, khususnya dalam memperkuat pemahaman holistik tentang pembelajaran STEM terintegrasi.

Pelajaran bernilai yang telah didapatkan tidak boleh berhenti di ruang pelatihan, melainkan harus diteruskan dan dibagikan—salah satunya melalui tulisan ini. Sebagai pendidik, kita dituntut untuk terus bertumbuh dan tidak cepat berpuas diri dengan frasa "saya sudah bisa" atau "saya sudah pernah melakukan".

Semangat sejati seorang guru adalah keberanian untuk terus memperbaiki diri, mengeksplorasi hal-hal baru, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi masa depan peserta didik.

Penulis adalah pengelola/admin stemguru.id dan Guru Informatika.

Pendidikan

Berbagi informasi tentang STEM dan teknologi.

Teknologi

Microcontroller

info@stemguru.id

081222690459

© 2025. All rights reserved.